HUT ke-81 Tapanuli Tengah Terasa Sepi: Kerinduan Mendalam pada Momen Kebersamaan yang Kini Meredup

Ket Gbr : Bupati Tapanuli Tengah tidak menghadiri rapat istimewah dalam rangka Hari jadi kabupaten tapanuli tengah yang ke - 81 Tahun di kantor DPRD Tapanuli Tengah, Senin (24/08/2026)

PANDAN (FoalNews.com) — Udara pagi yang sejuk di lingkungan perkantoran pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah kali ini terasa terasa lebih dingin dan sunyi, menyelimuti pelaksanaan Sidang Paripurna istimewa peringatan ulang tahun daerah yang ke-81.

Acara yang dipimpin dengan penuh kesungguhan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, Akhmad Rivai Sibarani, berjalan dengan khidmat namun diselimuti kekosongan yang terasa sampai ke sanubari. Kehadiran dalam ruang sidang hanya diisi oleh Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, sejumlah anggota dewan, serta unsur pimpinan organisasi perangkat daerah yang terbatas.

Jauh berbeda sekali dengan wajah perayaan tahun-tahun yang lalu, yang selalu diramaikan kehadiran melimpah dari seluruh lapisan anak bangsa di tanah kelahiran ini. Mulai dari pimpinan tertinggi daerah, para camat, kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, kaum perempuan hingga warga masyarakat biasa dari pelosok desa-desa, semuanya berdatangan dengan wajah berseri, berkumpul menjadi satu tanpa membedakan asal golongan, untuk mengucap syukur atas perjalanan panjang daerah tercinta.

Selama bertahun-tahun lamanya, hari jadi Tapanuli Tengah adalah momen istimewa yang paling dinanti-nantikan oleh setiap warga. Bukan sekadar upacara seremonial belaka, melainkan hari pertemuan yang merajut erat tali persaudaraan sesama anak tanah kelahiran, tempat kita menengok kembali perjuangan membangun dari masa ke masa, bersyukur atas kemajuan yang dicapai bersama, sekaligus berjanji untuk terus bergotong royong demi masa depan yang lebih cerah. Jalanan sepanjang dari halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hingga gerbang Kantor Bupati dulu selalu tampak indah memukau, berjejer rapi berderet papan ucapan selamat dan doa tulus yang dikirim dari berbagai kelompok, lembaga, organisasi dan warga perseorangan—menjadi bukti nyata semangat cinta tanah kelahiran yang meluap-luap dan persatuan yang tak terpisahkan.

Namun hari ini, pemandangan indah yang dulu selalu kita banggakan itu nyaris hilang lenyap. Sekilas memandang ke sekeliling, jumlah papan ucapan yang terpasang terhitung kurang dari sepuluh buah saja, tampak jarang, sepi dan seolah kehilangan semangat yang dulu menyala terang. Kesunyian yang tercipta bukanlah kesederhanaan yang direncanakan, melainkan menyisakan rasa haru yang mendalam dan kerinduan yang menggetarkan hati setiap warga yang masih memegang teguh cinta kepada tanah kelahirannya.

Meski peringatan ke-81 kali ini berjalan dengan kesunyian yang menyentuh hati dan menyisakan kesedihan yang mendalam, jangan sampai harapan padam dari dada kita. Kita tetap berdoa tulus dan berkeyakinan penuh bahwa kesunyian ini hanyalah keadaan yang sementara saja. Semoga semangat bersatu, saling mendekat dan saling menguatkan sesama warga Tapanuli Tengah segera bangkit kembali menyala terang seperti api persaudaraan yang tak pernah padam. Semoga kelak tiba hari peringatan ulang tahun daerah kita berikutnya, kita dapat kembali merasakan kehangatan keramaian bersama, bersatu padu bergotong royong, bekerja tulus dan jujur membangun tanah kelahiran agar semakin maju, makmur, adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali.

Tapanuli Tengah tetaplah tanah kelahiran yang kita cintai, tempat tumbuh dan berkembang, tempat bersemayam kenangan dan harapan. Mari kita rawat kembali persaudaraan yang mulai renggang, mari kita jaga kebersamaan yang mulai meredup, demi nama baik dan kejayaan Tapanuli Tengah tercinta selamanya. (StevPas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *