TAPTENG (FoalNews.Com)— Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) memperingati Hari Jadi ke-81 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial dan layanan publik terpadu langsung ke tengah masyarakat di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kamis (27/8/2026). Momentum peringatan tahun ini difokuskan pada pelayanan masyarakat secara langsung sekaligus upaya membangkitkan perekonomian serta kepedulian lingkungan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan Pameran dan Bazar UMKM Kuliner lokal untuk mendongkrak perekonomian warga setempat. Selain sektor ekonomi, Pemkab Tapteng melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan inovasi Layanan KTP Kilat 1 Jam, yang memungkinkan warga mencetak KTP elektronik dan dokumen kependudukan lainnya secara instan di tempat.
Sektor kesehatan dan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Dinas Kesehatan Tapteng membuka posko pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi seluruh warga. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusung inovasi gerakan Tukar Sampah Jadi Sembako sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan bantuan pangan bagi masyarakat.
Bupati Tapanuli Tengah menjelaskan alasan historis di balik pemilihan Kelurahan Sipange sebagai pusat lokasi perayaan HUT ke-81. Wilayah tersebut secara historis merupakan kawasan persawahan dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama warga.
“Dari tanah, di atas tanah tempat kita berdiri hari ini adalah tanah yang memberikan kehidupan masyarakat di Sipange dan Tukka. Dan sekarang tanah ini sedang kena bencana, maka kita pastikan tanah Tapanuli Tengah, alam Tapanuli Tengah akan memberikan kehidupan kita kembali,” tegas Bupati penuh optimisme.
Pemkab Tapteng berharap momentum Hari Jadi ke-81 ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta memastikan pelayanan publik semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran.
Kemeriahan perayaan ditutup dengan malam puncak peringatan yang berlangsung hangat. Warga dihibur oleh penampilan penyanyi dan grup musik ternama seperti Marsada Band dan Osen Hutasoit, serta talenta lokal seperti Deta Voice, Naura Band, Dian Nazara, Hijrah, dan Radha. Nuansa kearifan lokal terasa kental lewat pertunjukan Tari Tortor oleh anak-anak Kelurahan Sipange dan prosesi ritual adat Tolak Bala. (Suryani)





