TAPANULI TENGAH (FoalNews.Com) – Menjadi hari penuh semangat kebersamaan bagi masyarakat Desa Sialogo. bersama Aparat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga, bergotong royong membangun jembatan darurat penghubung Desa Sialogo dan Desa Masundung, yang sebelumnya putus akibat bencana alam pada 25 November 2025.
Putusnya jembatan tersebut sempat melumpuhkan aktivitas warga. Akses utama yang biasa digunakan untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga pelayanan kesehatan terpaksa tidak dapat dilalui. Warga harus menyeberang sungai yang penuh dengan resiko, ditambah lagi dengan kondisi jalan yang kurang memadai, sehingga memperlambat mobilitas sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Sialogo bersama BPD dan tokoh masyarakat, berinisiatif menggerakkan aksi gotong royong sebagai solusi sementara. Sejak pagi hari, warga dari berbagai dusun telah berkumpul dengan membawa peralatan kerja secara swadaya. Ada yang mengangkut kayu, memasang rangka penopang, memperkuat pondasi, hingga memastikan struktur jembatan aman untuk dilalui.
Kepala Desa Sialogo, Yareti Waruwu menyampaikan, pembangunan jembatan darurat ini merupakan langkah cepat, untuk memulihkan akses vital masyarakat sambil menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen dari pemerintah daerah.
“Kami tidak bisa hanya menunggu. Akses ini sangat penting bagi perekonomian dan kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya di sela-sela kegiatan, Rabu, 25 Februari 2026.
Semangat kebersamaan begitu terasa di lokasi pembangunan. Kaum bapak bekerja pada struktur utama jembatan, pemuda membantu pengangkutan material, sementara ibu-ibu menyiapkan konsumsi bagi para pekerja. Kebersamaan ini menjadi bukti kuat bahwa nilai gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat desa dalam menghadapi musibah.
Dengan selesainya jembatan darurat ini, masyarakat berharap aktivitas antar Desa Sialogo dan Desa Masundung dapat kembali berjalan normal. Walaupun bersifat sementara, jembatan tersebut menjadi simbol ketangguhan dan solidaritas warga dalam bangkit dari dampak bencana.
Pembangunan ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kembali harapan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (Suryani)





