Bakhtiar Ahmad Sibarani Sangat Layak Kembali Pimpin Tapteng!

Ket Gbr : Bakhtiar Ahmad Sibarani (Dokumen Penanganan Bencana di Barus)

PANDAN (FoalNew.com) — Di tengah dinamika zaman dan kompleksitas tantangan daerah, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) merindukan sosok pemimpin yang tidak hanya hadir di atas kertas, tetapi berdarah-daging bersama rakyatnya. Bagi sebagian besar masyarakat Tapteng, kerinduan ini bukanlah sekadar nostalgia masa lalu, melainkan sebuah kebutuhan mendesak akan figur pemimpin yang bernyali, teruji, dan memiliki rekam jejak kerja nyata.

Sebagai Bupati Tapteng periode 2017–2022 sekaligus putra asli Barus, Bakhtiar Ahmad Sibarani telah membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak diuji saat langit cerah, melainkan ketika badai krisis menerjang. Publik tentu masih lekat dalam ingatan bagaimana ia dengan ketegasan moralnya mengesampingkan segala Tekanan politik demi keselamatan rakyatnya. Ketika bencana melahirkan duka di Barus, fokusnya hanya satu: gerak cepat menyelamatkan jiwa dan memulihkan tanah kelahiran dengan tuntas.

“Kami menolak kemunduran dan retorika tanpa bukti! Tapanuli Tengah membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan sekadar berwacana. Bukti kerja nyata Bakhtiar sudah teruji, bukan sekadar janji,” tegas Amin Jemayol dengan penuh keyakinan.

Bukan omong kosong belaka, fondasi pembangunan era kepemimpinan Bakhtiar berdiri kokoh dan meresap hingga ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Jejak tangan dinginnya terpahat jelas melalui karya-karya monumental yang mengubah wajah daerah:

  • Infrastruktur Strategis: Pembangunan Jembatan Al-Fansuri di Barus yang kini menjadi ikon kemajuan sejarah dan daerah, revitalisasi Alun-alun Kota Pandan, pembukaan akses jalan baru berstandar hotmix, pembangunan jembatan di 20 kecamatan, hingga perbaikan masif saluran irigasi hingga ke pelosok pedesaan demi mendongkrak kesejahteraan petani.
  • Moral dan Sosial: Keberanian menindak tegas dan menutup ruang bagi peredaran narkoba, perjudian, serta tempat-tempat maksiat, yang beriringan dengan tren penurunan angka kemiskinan secara konsisten sejak 2017.
  • Investasi Masa Depan (Pendidikan): Kepedulian nyata melalui uluran tangan pemberian beasiswa bagi putra-putri Tapteng berprestasi dari keluarga kurang mampu, baik di tingkat SMA maupun perguruan tinggi.

“Semua karya nyata tersebut menjadi bukti otentik dedikasi seorang putra daerah yang membangun tanah kelahirannya dengan ketulusan hati,” lanjut Amin.

Yang membuat figur Bakhtiar istimewa adalah ketulusannya yang tak lekang oleh waktu. Jiwa sosial dan kepekaannya tidak luntur meski masa jabatannya usai. Ketika ancaman banjir akibat luapan Sungai Aek Sirahar menerjang, tanpa menunggu birokrasi yang panjang, ia secara mandiri mengerahkan alat-alat berat untuk normalisasi dan pengerukan sedimen sungai. Ribuan paket sembako diserahkan langsung kepada warga terdampak di Barus.

Aksi kemanusiaan itu mengalir tanpa henti, merangkul saudara-saudara kita di Kecamatan Tukka, Badiri, hingga Sibabangun. Ini bukan lagi soal jabatan, melainkan wujud cinta mendalam seorang anak bangsa kepada tanah tumpah darahnya.

Melihat konsistensi pengabdian tanpa batas tersebut, Amin Jemayol menegaskan bahwa figur seperti Bakhtiar Ahmad Sibarani adalah jawaban atas denyut nadi dan kerinduan rakyat Tapteng hari ini.

“Bakhtiar Ahmad Sibarani telah membuktikan komitmennya—baik saat menjabat maupun tidak menjabat. Beliau bukan sekadar berwacana, tetapi bekerja dengan hati. Oleh karena itu, Bakhtiar sangat layak dan pantas untuk kembali memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah ke depan!” pungkas Amin Jemayol penuh ketegasan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *