Jakarta (FoalNews.com) — Tidak pernah menyangka bahwa aktivitas mengisi waktu luang selama pandemi COVID-19 akan membawanya ke industri kreator digital. Itulah yang dialami Bunda Shantie, yang mulai mengenal TikTok pada 2020 dan kini aktif sebagai kreator konten, affiliate creator, kreator TikTok One, sekaligus mengelola agensi live TikTok.
Ketertarikannya terhadap TikTok bermula ketika Bunda Shantie baru sekitar enam bulan menetap di Bali. Saat pandemi membatasi berbagai aktivitas masyarakat, ia mencoba membuat akun TikTok untuk mengisi waktu selama lebih banyak berada di rumah.
Keputusan tersebut bahkan sempat mendapat respons dari sang suami. Namun, teguran itu tidak membuat Bunda Shantie berhenti mengeksplorasi TikTok.
“Awalnya benar-benar iseng. Saya buka akun TikTok tahun 2020 dan sempat dimarahin suami. Tapi saya tetap nekat,” ujarnya.
Setelah rutin membuat konten, ia kemudian mencoba fitur siaran langsung atau live streaming. Dari aktivitas tersebut, perjalanan Bunda Shantie di dunia live TikTok mulai berkembang setelah seorang rekruter agensi melihat akunnya dan menawarkan kesempatan bergabung.
Pada awalnya, tawaran itu belum langsung menarik perhatiannya. Namun, setelah beberapa kali mendapat ajakan, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba.
“Awalnya saya tidak tertarik. Tapi karena terus dihubungi, akhirnya saya pikir daripada terus diganggu, ya sudah saya coba bergabung,” katanya.
Dari Talent hingga Terjun Mengelola Agensi
Bergabung dengan agensi membuat aktivitas live streaming Bunda Shantie semakin intens. Ia juga mulai mengikuti PK atau pertandingan antarkreator yang menjadi salah satu aktivitas dalam ekosistem live TikTok.
Dari pengalaman tersebut, sejumlah pencapaian berhasil diraihnya. Bunda Shantie pernah menjadi juara pertama di agensinya dan masuk dalam jajaran 10 besar PK Legend.
Pengalaman sebagai talent kemudian memberinya pemahaman lebih luas mengenai dunia live streaming. Dari sana, ia mulai terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan agensi live TikTok.
Pengalaman berada sebagai kreator sekaligus pengelola agensi membuatnya dapat melihat kebutuhan talent dari dua sisi. Ia memahami tantangan yang dihadapi kreator saat melakukan live sekaligus proses yang diperlukan untuk membantu mengembangkan seorang talent.
Memperluas Aktivitas ke Dunia Affiliate
Perjalanan Bunda Shantie di TikTok tidak berhenti pada aktivitas live streaming. Ia kemudian mencoba mengembangkan kariernya melalui program affiliate.
Pada masa awal menjadi affiliate, tawaran kerja sama dari brand maupun produk gratis belum banyak diterimanya. Alih-alih menunggu datangnya endorsement, ia memilih memanfaatkan barang-barang yang sudah ada di rumah sebagai bahan konten.
“Waktu itu belum ada yang endorse dan belum ada yang kasih sample. Jadi saya pakai produk yang ada di rumah. Yang penting saya mulai dulu,” tuturnya.
Ketika program TikTok Shop kembali berjalan setelah melalui berbagai perubahan, Bunda Shantie semakin aktif memproduksi konten. Ia juga mulai mengajukan permintaan sample kepada sejumlah brand.
Konsistensi dalam membuat konten akhirnya mempertemukannya dengan peluang baru. Aktivitasnya mendapat perhatian sebuah agensi yang kemudian menawarkan kesempatan bergabung dalam TikTok Creative Challenge atau TTCC.
Bunda Shantie selanjutnya menjadi bagian dari TTCC Batch 2 pada Desember 2023.
Pengalaman TTCC Berlanjut ke TikTok One
Keterlibatan dalam TTCC menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan Bunda Shantie sebagai kreator. Melalui program tersebut, ia semakin memahami bagaimana membuat konten yang tidak hanya menarik bagi penonton, tetapi juga mampu menyampaikan pesan promosi sebuah produk.
Ia mempelajari berbagai aspek dalam pembuatan konten komersial, mulai dari storytelling, menyampaikan keunggulan produk, hingga mengemas materi promosi agar tetap menarik untuk ditonton.
Selain meningkatkan kemampuan produksi konten, program tersebut juga memperluas relasinya dengan para kreator digital lainnya.
Seiring perubahan ekosistem kreator di TikTok, TTCC kemudian berkembang menjadi TikTok One. Pada 2025, para kreator yang sebelumnya mengikuti TTCC turut bermigrasi ke TikTok One, termasuk Bunda Shantie.
Hingga kini, ia masih aktif sebagai kreator TikTok One dan terlibat dalam berbagai kampanye dari sejumlah kategori.
Beberapa brand yang pernah bekerja sama dengannya antara lain Downy, Timephoria, Vanish, Shopee, Biskuat dan sejumlah merek lainnya. Ia juga pernah mengikuti kampanye yang berasal dari kategori jasa keuangan.
Tetap Berkarya di Usia 53 Tahun
Perjalanan Bunda Shantie juga memperlihatkan bahwa kesempatan menjadi kreator digital tidak hanya terbuka bagi kalangan usia muda.
Memasuki usia 53 tahun, ia masih aktif membuat konten dan terus berusaha mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan tren di TikTok.
Bagi Bunda Shantie, perubahan algoritme maupun tren yang terus berganti bukan alasan untuk menghentikan aktivitas sebagai kreator.
“Algoritme turun tidak membuat saya ciut. Saya tetap upload dan konsisten. Kreativitas itu tidak kenal usia. Selama masih bisa kreatif, ya tetap maju,” ucapnya.
Ia menyadari bahwa menjadi kreator di tengah perkembangan teknologi membutuhkan kemauan untuk terus belajar. Perubahan algoritme, tren, hingga format konten membuat kreator perlu beradaptasi secara berkelanjutan.
Namun, Bunda Shantie memilih menghadapi perubahan tersebut dengan terus belajar dan mencoba hal baru. Menurutnya, usia bukan penghalang untuk mengembangkan kemampuan di dunia digital.
Menyeimbangkan Aktivitas Digital dan Keluarga
Di tengah kesibukannya sebagai kreator dan pengelola agensi, Bunda Shantie juga tetap menjalankan tanggung jawab keluarga. Ia turut merawat orangtuanya yang tengah menghadapi kanker paru stadium 4.
Situasi tersebut membuatnya harus mengatur waktu antara keluarga, produksi konten, pekerjaan endorsement, serta tanggung jawab mengelola agensi live TikTok.
Meski memiliki berbagai aktivitas, ia tetap berusaha menjaga produktivitas. Baginya, konsistensi tidak selalu harus dilakukan dalam kondisi yang sempurna.
Kemampuan untuk menyesuaikan aktivitas dengan situasi yang sedang dihadapi menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Karier Bunda Shantie di dunia digital sendiri dibangun secara bertahap. Bermula dari mencoba TikTok saat pandemi, ia kemudian mengenal live streaming, bergabung sebagai talent, mengikuti PK hingga meraih sejumlah pencapaian.
Perjalanannya kemudian berkembang ke dunia affiliate, mengikuti TTCC Batch 2, beralih ke TikTok One, menjalin kerja sama dengan berbagai brand, serta ikut mengembangkan agensi live TikTok.
Di usia 53 tahun, Bunda Shantie masih memilih untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan industri kreator digital.
Prinsip yang dipegangnya sederhana, selama masih memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya, ia tidak ingin berhenti berkembang.
“Selama masih bisa kreatif, ya tetap maju,” ujarnya.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa dunia kreator digital dapat menjadi ruang bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar. Adaptasi terhadap perubahan, konsistensi dalam berkarya, dan keberanian mencoba hal baru menjadi bagian dari proses Bunda Shantie dalam membangun karier di tengah perkembangan ekosistem digital. (Redaksi)





