MEDAN (foalnews.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendongkrak kualitas dan daya saing pendidikan kejuruan di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan benchmarking sekaligus penyelarasan program Link and Match yang diikuti oleh sejumlah Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara ke Kota Batam, Jumat (24/7/2026).
Sebagai salah satu pusat industri dan kawasan perdagangan strategis, Batam telah lama dikenal sukses menerapkan standar pendidikan vokasi yang terintegrasi erat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Menanggapi pelaksanaan kegiatan ini, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Dr. M. Basyir Hasibuan, M.Pd. yang hadir didampingi Kepala SMKN 1 Lumut, Drs. Sumarno, beserta jajaran utusan lainnya, menegaskan bahwa lawatan ini jauh dari kesan perjalanan dinas seremonial biasa. Kunjungan ini merupakan sebuah desain kebijakan taktis untuk memperkokoh fondasi mutu vokasi di Sumut.
“Kegiatan ini merupakan sebuah proses kerja yang sistematis dan terukur. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi yang seluas-luasnya, menganalisis praktik terbaik yang telah diterapkan di sekolah-sekolah unggulan di Batam, menemukan ruang perbaikan di sekolah kita, hingga menyusun rencana implementasi yang benar-benar relevan dengan karakteristik nyata di masing-masing daerah,” ungkap Dr. Basyir.
Selama agenda di Batam berlangsung yang dimulai dari Tanggal 23 Juli sampai dengan 26 Juli 2026 tersebut, para kepala SMK didorong untuk menanggalkan sikap pasif. Mereka dituntut untuk mengamati secara teliti setiap detail tata kelola institusi, mulai dari manajemen kurikulum berbasis industri, pengelolaan sarana prasarana mutakhir, hingga skema kemitraan strategis yang telah terbangun.
Para kepala sekolah juga dibekali ruang untuk menggali informasi mendalam mengenai tantangan riil di lapangan, berdiskusi terbuka dengan para pakar, serta memetakan potensi adopsi program agar bisa langsung dieksekusi sekembalinya ke daerah asal.
Dr. Basyir menitipkan harapan besar agar momentum ini menjadi titik balik bagi para kepala sekolah untuk membangun jejaring kolaborasi yang masif dan berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia industri, serta asosiasi profesi menjadi kunci utama agar lulusan SMK benar-benar siap kerja dan berdaya saing global.
“Kami berharap para kepala SMK mampu menginspirasi semangat perubahan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. Mereka harus menjadi motor penggerak yang tanggap serta adaptif terhadap dinamika kebutuhan dunia kerja yang bergerak sangat cepat,” tambahnya.
Melalui rangkaian benchmarking ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara optimis transformasi menyeluruh dapat segera terwujud. SMK di Sumut diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan formal yang berkualitas, melainkan bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang melahirkan generasi kompeten serta memberi efek limpahan positif (multiplier effect) bagi kemajuan daerah. (Stevpas)





