TAPANULI TENGAH (FoalNews.Com) – Guna menjaga kelestarian ekosistem laut yang kian terancam, Persatuan Nelayan Tradisional Bagan Tancap Tapanuli Tengah (PNTBTT) mengambil langkah nyata dengan memasang puluhan rumpon atau rumah ikan buatan. Pemasangan ini dilakukan secara bertahap di sejumlah titik strategis, mulai dari perairan Pulau Bakar, Pulau Situngkus, hingga kawasan perairan Pulau Mursala.
Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Bagan Tancang Tapanuli Tengah, Alamsyah Simbolon, menjelaskan bahwa aksi swadaya ini bertujuan untuk memulihkan habitat ikan yang rusak sekaligus melindungi area tangkapan nelayan kecil dari ancaman kerusakan lingkungan. Menurutnya, kondisi terumbu karang di kawasan tersebut saat ini mengalami kerusakan parah akibat maraknya praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) dan penggunaan alat tangkap destruktif (destructive fishing).
”Langkah ini kami lakukan selain untuk melestarikan ekosistem laut, juga untuk menjaga terumbu karang dari ancaman kegiatan illegal fishing, khususnya penggunaan pukat trawl (pukat harimau). Belakangan ini pukat trawl marak beroperasi di zona tangkap nelayan kecil, terutamanya di kawasan nelayan bagan pancang Hajoran,” ujar Alamsyah saat di temui di kediamannya di kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (25/07/2026).
Maraknya aktivitas pukat harimau tersebut meresahkan masyarakat nelayan tradisional karena tidak hanya merusak terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan, tetapi juga mengancam kelangsungan mata pencaharian mereka sehari-hari.
Atas kondisi ini, Simbolon mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan dan berkolaborasi menghentikan praktik penangkapan ikan ilegal di perairan tersebut.
”Kami sangat resah dengan maraknya illegal fishing. Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas demi menyelamatkan ekosistem laut dan terumbu karang kita dari cengkraman para pelaku. Mari kita bersama-sama menyuarakan dan menindak tegas para pelaku illegal fishing di perairan Tapanuli Tengah,” tegasnya. Pemasangan rumah ikan ini diharapkan dapat menjadi benteng alami sementara bagi biota laut, sekaligus menjadi pemicu perhatian pemerintah agar pengawasan di wilayah perairan Tapanuli Tengah dapat ditingkatkan secara signifikan. ( Bhr)





